Senin, 13 Mei 2013

Takdir Mubram dan Takdir Muallaq




Apa sih bedanya Takdir Mubram dan Takdir Muallaq ?

1. Takdir Mubram : 

Yaitu takdir Allah yang tidak dapat diubah, tidak dapat memilih serta tidak memiliki kemampuan untuk mengubahnya. Takdir Mubram ini terdapat pada sunnatullah yang ada di alam raya ini. salah satu contohnya adalah Kelahiran dan Kematian manusia.


Salah satu contohnya adalah perjalanan matahari, bulan dan planet-planet lainnya sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan Allah. Oleh karena itu, sunnatullah tersebut juga terbagi dua yaitu hukum-hukum kemasyarakatan dan hukum alam. Dalam AL-Quran surat al- Fushilat ayat 11 dinyatakan bahwa sekali-kali tidak akan pernah terjadi perubahan pada sunnatullah.

Contoh: Ada orang yang dilahirkan dengan mata sipit, atau dilahirkan dengan kulit hitam sedangkan ibu dan bapaknya kulit putih dan sebagainya.

2. Takdir Muallaq : 

Yaitu takdir yang dikatkan dengan sesuatu yang lain. Takdir ini dapat diubah dan manusia diberi akal dan hati nurani untuk memilihnya, karena pada prinsipnya dalan kehidupan ini, ada sisi-sisi positif dan negatif yang akan selalu mengikuti perjalanan panjang manusia. Sisi positif dan negatif tersebut disebut dengan takdir dalam kontek takdir muallaq atau kata lain adalah Nasib.

Contoh nya : Misalnya anda di besarkan dari keluarga tidak mampu,anda ingin merubah kehidupan keluarga anda, anda berusaha dan berdoa hingga anda mendapatkan apa yang anda cita citakan memperbaiki kehidupan keluarga anda itulah takdir muallaq. Kesungguhan dari anda dan anda mau ber Doa memohon Kepada Allah SWT itulah takdir muallaq.

21 komentar:

  1. thanks ea sob . .semoga bermanfaat . .

    BalasHapus
  2. artikel yang kacau gak seruh sangat membingungkan tau

    BalasHapus
    Balasan
    1. kamu yang kacau

      Hapus
    2. Membingungkan? Kembali ke sd.

      Hapus
    3. bego emang tuh Didik Maulana

      Hapus
  3. Sip ada pengertian ada comtoh

    BalasHapus
  4. Contoh lain Takdir mubram yg tidk dpt diubah ialah jenis kelamin..sampai kapan pun tdk dpt diubah krn struktur tulang pria dan wanita sudah sangat berbeda namun dengan takdir muallaq (usaha manusia) wujud mereka dpt diubah tetapi tidak pd hakikatnya sehingga ketika solat atau meninggal akan tetap seperti jenis kelakin awal.. contoh lain takdir mubram yaitu air pasti selalu mengalir dr tempat tinggi ke tempat terendah namun dengan kuasa allah dan usaha manusia bisa merubah aliran air dari bawah tanah air dpt mengalir keatas gedung..kurang lebih seperti itu semoga bermanfaat..amin

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat,menarik,dan bnyak ilmunya. terimakasih ya.
    boleh kunjungi blog saya, citracahyaning.blogspot.com

    BalasHapus
  6. sangat bermanfaat maksih bang achmad

    BalasHapus
  7. Sangat Bermanfaat Ilmunya Mas
    Makasih ya mas Kami Pelajar merasa Terbantu Oleh adanya artikel ini
    Terima kasih Mas

    BalasHapus
  8. Terimakasih sangat bermanfaat artikel nya semoga Allah senantiasa memberikan rahmat kepada kita. Amin Ya Rabbal Alamin

    BalasHapus
  9. alhamdulillah bisa mengambil buat referensi ,ijin ikut ya http://situspolisi.blogspot.com/

    BalasHapus
  10. alhamdulillah bisa mengambil buat referensi ,ijin ikut ya http://situspolisi.blogspot.com/

    BalasHapus
  11. Simple dan sangat dalam. Tks

    BalasHapus

  12. Kehendak Tuhan dan Manusia

    Jika semua di dunia ini adalah kehendak Tuhan, lalu untuk apa manusia berusaha? Bukankah usaha atau tidak berusaha akan sama saja jika Tuhan sudah memilki kehendak yang berbeda. Lalu, untuk apa Tuhan menciptakan keinginan-keinginan pada manusia, jika keinginan itu adalah keinginan Tuhan.

    Manusia sama sekali tidak memiliki kuasa, semua yang ada adalah kuasa Tuhan. Semua berasal dari Tuhan, bahkan ketika aku menuliskan inipun merupakan kehendak Tuhan, bukan kehendak manusia seperti diriku. Semua kembali kepada Tuhan.

    Bagaimana jika manusia berbuat jahat? Bukankah kejahatan yang terjadi juga kehendak Tuhan? Namun apakah mungkin Tuhan melakukan perbuatan kejahatan yang dipenuhi kekurangan diatas kesempurnaan Tuhan. Jika semua itu adalah kehendak Tuhan, lalu dimana tanggung jawab sebagai manusia?

    Sebagaimana ketentuan yang tertulis di lauhul mahfuz, seseorang sudah ditentukan jalan hidupnya, ia sebagai penghuni surga atau penghuni neraka, semua itu sudah ditentukan oleh Allah. Lalu untuk apa kuasa manusia? Untuk apa manusia berusaha jika semua sudah di tentukan?

    Jika manusia berkuasa atas dirinya, untuk apa kita masih mengenal kata “Yang Maha kuasa”, kenapa kita masih mengenal Tuhan jika perbuatan manusia merupakan kehendak mandiri yang muncul dari dalam pemikiran yang ia punya.

    Seandainya tanggung jawab segala laku manusia di bumi dibebankan kepada manusia karena ia melakukan atas kehendak sendiri, dimanakah letak kuasa yang Maha kuasa jika ia tidak berkuasa atas mahluknya?

    Ranah teologi adalah ranah yang penuh dengan penafsiran. Guru saya melarang untuk membicarakan mengenai ranah ini, karena rawan dengan penyimpangan, karena terkadang akal manusia tidak bisa menjangkau yang ada. Lalu untuk apa dibekali akal jika masih ada batasan-batasan dimana kita tidak boleh mencoba memikirkannya?

    Barangkali manusia melakukan segala perbuatan atas kehendak pribadi dan kehendak Tuhan, kedua komponen ini harus ada untuk merealisasikan kehendak yang muncul didepan mata. Sebagaimana yang diyakini al Baghdadi pengikut Asy’ari.

    Namun, bukankah jika seperti itu makan apapun yang dilakukan manusia tetap menjadi kehendak Tuhan? Atau sebenarnya kehendak Tuhan mengikuti kehendak manusia, membantu merealisasikannya? Namun, Kehendak Tuhan tidak mungkin didahului oleh kehendak mahluk ciptaan yang fana.

    Maturidi meyakini bahwa manusia berbuat baik atas kehendak dan kerelaan Tuhan yang maha kuasa, namun ketika manusia berbuat jahat ia berbuat atas kehendak Tuhan, tetapi bukan atas kerelaan Tuhan. Kemudian paham ini diamini pula oleh Ibn Rusyd.

    Semua kembali kepada anda, terlepas dari kehendak manusia atau kehendak Tuhan. Kenyatannya, saat saya ingin melakukan sesuatu, saya masih mampu membedakan baik dan buruk, dan saya diberikan kemampuan untuk memilih oleh Tuhan.

    BalasHapus